Source Pengenalan Psikologi Pendidikan pada Mahasiswa Saat ini, banyak mahasiswa yang tertarik untuk mempelajari ilmu psikologi pendidikan. Kecenderungan ini tidak mengherankan, mengingat pentingnya peran psikologi pendidikan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Namun, seiring dengan bertambahnya minat mahasiswa terhadap psikologi pendidikan, muncul pula pertanyaan-pertanyaan yang sering kali mengganjal di benak mereka. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang kerap kali muncul dari mahasiswa tentang psikologi pendidikan Apa itu Psikologi Pendidikan? Secara sederhana, psikologi pendidikan dapat didefinisikan sebagai studi tentang bagaimana manusia belajar dan mendapatkan pengetahuan di dalam lingkungan pendidikan. Dalam proses tersebut, psikologi pendidikan mempelajari keterkaitan antara faktor-faktor psikologis seperti kemampuan berpikir, ingatan, motivasi, dan perilaku dengan proses belajar dan pengajaran. Mengapa Penting Belajar Psikologi Pendidikan? Belajar psikologi pendidikan memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai bagaimana manusia belajar dan memperoleh pengetahuan. Dengan memahami proses belajar tersebut, seorang pendidik dapat menemukan berbagai strategi yang efektif untuk memberikan pengajaran kepada siswa. Selain itu, studi psikologi pendidikan juga memberikan dasar pengetahuan untuk memahami keterkaitan antara faktor psikologis dan lingkungan belajar. Hal ini memungkinkan seorang pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi siswa. Apa Perbedaan Antara Psikologi dan Psikologi Pendidikan? Psikologi secara umum mempelajari manusia dari segi psikologis, baik dalam hal perilaku, kognisi, maupun emosi. Sementara itu, psikologi pendidikan memfokuskan pada proses belajar dan pengajaran serta keterkaitannya dengan faktor psikologis. Secara sederhana, psikologi mendalami manusia sebagai subjek yang belajar, sedangkan psikologi pendidikan mengkaji manusia sebagai objek belajar. Bagaimana Psikologi Pendidikan Mempengaruhi Pendidikan di Indonesia? Psikologi pendidikan memainkan peran penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Melalui studi psikologi pendidikan, para pengajar dapat mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, studi psikologi pendidikan juga membantu pengambil keputusan dalam dunia pendidikan untuk merancang kurikulum yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan siswa. Apakah Psikologi Pendidikan Hanya Penting Bagi Pendidik? Tidak, psikologi pendidikan memiliki peran penting untuk semua orang yang terlibat dalam dunia pendidikan, termasuk orang tua dan siswa itu sendiri. Orang tua, sebagai pendamping siswa di rumah, akan sangat diuntungkan dengan memahami proses belajar anak mereka secara efektif. Begitu pula dengan siswa, memahami cara belajar yang efektif dapat membantu mereka untuk mengembangkan potensi maksimal dan mencapai prestasi yang lebih baik. Itulah beberapa pertanyaan yang sering kali muncul di benak mahasiswa tentang psikologi pendidikan. Dengan mempelajari psikologi pendidikan, seorang mahasiswa dapat memperdalam pemahaman tentang proses belajar dan pengajaran, serta mempraktikkan ilmu yang didapat di dalam lingkungan pendidikan. Selamat belajar! Bagaimana Psikologi Pendidikan Efektif Diterapkan di Dunia Nyata Psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang berfokus pada pemahaman dan pengaplikasian prinsip-prinsip psikologis untuk meningkatkan pembelajaran dan pendidikan. Dalam dunia nyata, psikologi pendidikan dapat diterapkan dalam berbagai cara. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana psikologi pendidikan efektif diterapkan di dunia nyata Penggunaan Metode Pengajaran yang Tepat Metode pengajaran yang dipilih oleh pengajar dapat mempengaruhi keefektifan pembelajaran. Dalam psikologi pendidikan, terdapat beberapa metode pengajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran. Contohnya, menggunakan metode diskusi, simulasi, dan eksperimen dapat membantu mahasiswa memahami konsep secara lebih mendalam. Selain itu, psikologi pendidikan juga mempelajari tentang gaya belajar yang berbeda pada individu. Mengetahui gaya belajar mahasiswa dapat membantu pengajar mengadaptasi metode pengajaran yang sesuai. Gaya belajar individu dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama visual, auditori, dan kinestetik. Mahasiswa visual lebih memilih belajar dengan menggunakan gambar atau diagram, mahasiswa auditori memilih belajar dengan mendengarkan, dan mahasiswa kinestetik lebih memilih belajar dengan gerakan dan tindakan. Dalam hal ini, psikologi pendidikan dapat membantu pengajar untuk menyesuaikan metode pengajaran dan aktivitas selama kelas agar sesuai dengan gaya belajar mahasiswa. Dengan begitu, keefektifan pembelajaran dapat ditingkatkan. Pemberian Penguatan Positif Psikologi pendidikan juga mempelajari tentang pemberian penguatan positif yang dapat memotivasi mahasiswa dalam pembelajaran. Pemberian penguatan positif dapat berupa pujian, hadiah, atau bentuk-bentuk penguatan positif lainnya untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Ketika mahasiswa memiliki motivasi yang cukup dalam belajar, mereka akan lebih bersemangat, fokus, dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang materi yang diajarkan. Keberadaan Layanan Konseling Layanan konseling merupakan hal yang penting dalam dunia pendidikan. Mahasiswa seringkali mengalami berbagai masalah, baik akademik maupun non-akademik, yang dapat mengganggu proses pembelajaran mereka. Dalam psikologi pendidikan, layanan konseling dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan masalah pribadi mereka yang mungkin mempengaruhi keefektifan pembelajaran. Dalam konseling, mahasiswa dapat membahas masalah mereka dan mencari solusi yang tepat agar dapat fokus pada pembelajaran. Pendekatan Individual Dalam psikologi pendidikan, pendekatan individual seringkali digunakan untuk membantu mahasiswa dalam memahami materi yang diajarkan. Pendekatan individual melibatkan pengajar yang memberikan perhatian khusus pada mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Dalam hal ini, pengajar akan mencari tahu apa yang membuat mahasiswa kesulitan dan memberikan bantuan yang spesifik untuk membantu mahasiswa memahami materi tersebut. Pendekatan individual juga dapat membantu pengajar mengetahui kekuatan dan kelemahan mahasiswa dalam pembelajaran. Kerja Sama Antar Disiplin Ilmu Pendidikan tidak hanya melibatkan psikologi pendidikan, tetapi juga melibatkan berbagai disiplin ilmu lainnya seperti ilmu sosial, ilmu biologi, dan ilmu lingkungan. Kerja sama antar disiplin ilmu di dalam pendidikan dapat membantu mengembangkan keefektifan pembelajaran. Dalam hal ini, psikologi pendidikan dapat berkolaborasi dengan disiplin ilmu lainnya untuk mengembangkan program pembelajaran yang interdisiplin dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hal ini juga dapat membantu mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan belajar dan pembelajaran. Itulah beberapa cara psikologi pendidikan efektif diterapkan di dunia nyata. Dalam dunia pendidikan, psikologi pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan keefektifan pembelajaran dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang komprehensif dan efektif di Indonesia. Tekanan dan Stres Akademik dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Tekanan dan stres akademik mungkin sudah menjadi masalah umum bagi para mahasiswa di Indonesia. Terkait persoalan ini, para mahasiswa sering mengajukan pertanyaan tentang cara mengatasi tekanan dan stres yang berlebihan ketika menempuh pendidikan yang memerlukan ketekunan dan kegigihan. Melihat kembali teori psikologi pendidikan dari John Dewey, seorang pendidik dan filsuf Amerika, Dewey menyatakan bahwa tujuan pendidikan itu adalah untuk memajukan kehidupan manusia. Dewey menekankan bahwa pendidikan tidak hanya terkait dengan aspek akademik, tetapi juga meliputi aspek sosial, moral, dan psikologis. Dewey menekankan bahwa selain memperoleh kemampuan akademik, pendidikan juga harus berkontribusi pada perkembangan kepribadian atau moral seseorang. Dalam hal ini, psikologi pendidikan bisa membantu mengidentifikasi tekanan dan stres akademik pada mahasiswa serta memberikan solusi mengatasi stres akademik. Tekanan akademik bisa terjadi ketika mahasiswa mengalami beban tugas yang terlalu berat atau jadwal yang padat sehingga merasa tertekan untuk melakukannya dengan baik. Stres akademik bisa terjadi ketika mahasiswa merasa kehilangan kendali atas situasi atau ketika mereka merasa sulit untuk menyelesaikan semua pekerjaan akademik yang harus dilakukan dalam waktu yang ditentukan. Selain itu, persaingan yang ketat di antara mahasiswa di perguruan tinggi bisa menjadi sumber tekanan dan stres. Mahasiswa sering merasa tertekan untuk bersaing dengan teman-teman mereka dalam hal nilai atau prestasi akademik yang mereka capai. Hal ini kemudian bisa meningkatkan rasa tidak percaya diri dan kecemasan ketika harus mengikuti tes atau menyelesaikan tugas. Berikut adalah beberapa cara yang bisa membantu mahasiswa mengatasi tekanan dan stres akademik 1. Menetapkan Prioritas Sebelum memulai pekerjaan atau tugas akademik, mahasiswa harus menetapkan prioritas mereka. Mahasiswa harus mengidentifikasi tugas atau pekerjaan yang paling penting dan harus diselesaikan terlebih dahulu. Ini akan membantu mereka menghindari rasa tertekan atau stres karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 2. Menjaga Kesehatan Kesehatan fisik dan mental sangat penting dalam mengatasi tekanan dan stres akademik. Mahasiswa harus menjaga pola makan sehat dan berkualitas, berolahraga secara teratur dan cukup untuk tidur. Ini akan membantu mereka mempertahankan tingkat energi yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan akademik. Menjaga tingkat stress rendah juga sangat penting untuk menjaga kesehatan mental. 3. Memiliki Pemikiran Positif Pikiran positif juga bisa membantu mahasiswa mengatasi tekanan dan stres akademik. Ketika mahasiswa merasa putus asa atau tidak mampu menyelesaikan tugas akademik tertentu, mereka harus mencoba untuk berpikir secara positif. Mahasiswa bisa berbicara dengan teman-teman atau keluarga untuk memperoleh dukungan moral. 4. Memiliki Jadwal Belajar yang Teratur Mahasiswa yang memiliki jadwal belajar yang teratur mampu menghindari perasaan tertekan dan stres akademik. Jadwal belajar yang teratur bisa memberi mahasiswa waktu untuk istirahat di antara sesi belajar dan memungkinkan mereka untuk merencanakan waktu dengan bijak agar bisa menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. 5. Mencari Bantuan Psikologi Jika mahasiswa merasa kesulitan dalam mengatasi tekanan dan stres akademik, mereka bisa mencari bantuan dari ahli psikologi pendidikan. Ahli psikologi pendidikan bisa membantu mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah dan memberi saran terbaik untuk mengatasinya. Biasanya, ahli psikologi pendidikan akan memberi saran tentang teknik relaksasi atau strategi untuk memperbaiki kesehatan mental. Akhir kata, para mahasiswa bisa mengatasi tekanan dan stres akademik dengan menggunakan pendekatan positif dan berkonsultasi dengan ahli psikologi pendidikan jika memerlukan bantuan. Psikologi pendidikan bisa menjadi panduan dalam menyiapkan mindset yang sehat dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan tekanan atau stres akademik. Selain itu, psikologi pendidikan juga bisa membantu mahasiswa menemukan keseimbangan dalam hidup mereka dan memastikan bahwa mereka merasa baik secara fisik, mental, dan emosi selama masa kuliah mereka. Psikologi pendidikan merupakan ilmu yang membahas kegiatan pembelajaran dan pengajaran manusia dari segi psikologis. Psikologi pendidikan mempelajari tentang interaksi atau hubungan antara individu dengan lingkungan belajar, serta sejumlah faktor yang memengaruhi motivasi dan prestasi belajar individu. Kinerja akademik mahasiswa yang baik ditentukan oleh sejumlah faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Untuk menghasilkan kinerja akademik yang memuaskan, mahasiswa perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja akademik mahasiswa menurut psikologi pendidikan Faktor Internal 1. Kecerdasan Kecerdasan merupakan kemampuan seseorang untuk memahami dan menyelesaikan masalah. Kecerdasan sangat mempengaruhi kinerja akademik mahasiswa, meskipun bukan faktor tunggal. Mahasiswa yang memiliki kecerdasan yang baik akan lebih mudah memahami materi perkuliahan dan dapat menguasai materi dengan lebih cepat. 2. Minat Minat merupakan kecenderungan individu yang tertarik atau merasa senang pada suatu bidang atau materi. Mahasiswa yang memiliki minat yang besar terhadap suatu mata kuliah tertentu akan lebih mudah memahami materi dan dapat menjaga motivasi belajar. 3. Kemampuan belajar Kemampuan belajar adalah kemampuan seseorang untuk menguasai atau memahami materi yang dipelajari. Mahasiswa yang memiliki kemampuan belajar yang baik akan lebih mudah mengikuti perkuliahan dan memahami materi yang diajarkan. Faktor Eksternal 4. Dukungan keluarga Dukungan keluarga terhadap aktivitas akademik mahasiswa sangat mempengaruhi kinerjanya. Keluarga yang memberikan dukungan akan membuat mahasiswa merasa lebih termotivasi dan lebih bersemangat untuk belajar. Dukungan keluarga tersebut dapat berupa dukungan moral maupun dukungan finansial. Dukungan moral bisa berupa pembinaan dan motivasi dari keluarga untuk terus belajar dengan baik. Sementara dukungan finansial dapat berupa biaya kuliah, biaya kebutuhan hidup mahasiswa, dan fasilitas belajar seperti buku dan alat tulis. Dukungan keluarga yang baik akan membuat mahasiswa merasa lebih terbantu dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Cara keluarga dapat memberikan dukungan kepada mahasiswa, di antaranya adalah – Mendorong untuk belajar mandiri. – Mendukung kegiatan akademik. – Memberikan dukungan moral dan motivasi. – Memberikan dukungan finansial. – Memberikan waktu untuk bersama. Kesimpulan Dari penjelasan di atas, kinerja akademik mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti kecerdasan, minat, dan kemampuan belajar akan sangat mempengaruhi kinerja akademik mahasiswa. Sedangkan faktor eksternal seperti dukungan keluarga akan membantu mahasiswa dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Dukungan keluarga yang baik sangat diperlukan dalam rangka membantu mahasiswa mengatasi masalah akademik. Mahasiswa juga harus mampu memanfaatkan faktor-faktor yang ada untuk dapat meraih kinerja akademik yang baik. Diharapkan artikel ini dapat memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja akademik mahasiswa menurut psikologi pendidikan. Implementasi Psikologi Pendidikan dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar pada Mahasiswa Psikologi pendidikan adalah sebuah cabang ilmu psikologi yang membahas tentang psikologi dalam dunia pendidikan. Psikologi pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan belajar mahasiswa di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, banyak mahasiswa yang memiliki pertanyaan tentang implementasi psikologi pendidikan dalam meningkatkan kemampuan belajar mereka. Dalam artikel ini, akan dijelaskan mengenai beberapa subtopik yang berkaitan dengan implementasi psikologi pendidikan pada mahasiswa di Indonesia. 1. Konsep Dasar Psikologi Pendidikan Untuk memahami konsep dasar psikologi pendidikan, mahasiswa harus memahami dua hal yaitu psikologi dan pendidikan. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan proses mental yang terjadi dalam diri manusia. Sedangkan pendidikan adalah proses pembelajaran yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun non-akademik. Jadi, psikologi pendidikan adalah sebuah cabang ilmu psikologi yang membahas tentang psikologis individu dalam proses pembelajaran. Dengan memahami konsep dasar psikologi pendidikan, mahasiswa akan lebih mudah memahami implementasi psikologi pendidikan dalam meningkatkan kemampuan belajar mereka. 2. Strategi Pembelajaran Efektif Implementasi psikologi pendidikan pada strategi pembelajaran efektif sangat dibutuhkan oleh mahasiswa di Indonesia. Strategi pembelajaran efektif adalah sebuah strategi yang digunakan untuk memudahkan mahasiswa dalam mengingat, memahami, dan menerapkan materi yang dipelajari. Beberapa strategi pembelajaran efektif yang dapat digunakan antara lain dengan membuat catatan, membaca dengan cara yang benar, menggunakan visualisasi, dan berdiskusi dengan teman. Strategi tersebut dapat membantu mahasiswa untuk mengingat materi yang sudah dipelajari dengan lebih mudah. 3. Kecerdasan Majemuk Kecerdasan majemuk atau multiple intelligences adalah salah satu konsep psikologi pendidikan yang penting untuk dipahami oleh mahasiswa di Indonesia. Menurut konsep ini, setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda dan digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Contohnya seperti kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan visual-ruang, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan logika-matematika, dan kecerdasan kinestetik. Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda sehingga tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam setiap bidang kehidupan. Dengan memahami konsep kecerdasan majemuk, mahasiswa akan lebih mudah dalam menemukan bidang yang sesuai dengan kecerdasannya serta mengembangkan potensi diri dengan lebih baik. 4. Stres dalam Pembelajaran Stres dalam pembelajaran adalah suatu kondisi yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar mahasiswa. Stres yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami cara mengatasi stres dalam pembelajaran. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain seperti dengan merencanakan waktu belajar dengan baik, menjaga keseharian yang seimbang, melakukan relaksasi, dan menghindari situasi yang dapat menimbulkan stres. Dengan cara tersebut, mahasiswa akan dapat mengatasi stres dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan belajar mereka. 5. Pembelajaran Aktif Pembelajaran aktif merupakan sebuah metode pembelajaran yang mengaktifkan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran aktif, mahasiswa dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahap pembelajaran. Contohnya seperti dengan menjawab pertanyaan, berdiskusi, membuat presentasi, dan melakukan proyek. Metode pembelajaran ini dinilai lebih efektif daripada pembelajaran konvensional karena dapat mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa. Pembelajaran aktif juga dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa serta membantu mahasiswa untuk mampu berpikir kritis dan kreatif. Dari kelima subtopik di atas, dapat disimpulkan bahwa implementasi psikologi pendidikan memegang peran penting dalam meningkatkan kemampuan belajar mahasiswa di Indonesia. Dengan memahami konsep dasar psikologi pendidikan, strategi pembelajaran efektif, kecerdasan majemuk, mengatasi stres, dan pembelajaran aktif, mahasiswa akan lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan belajar mereka. Dengan meningkatkan kemampuan belajar, mahasiswa dapat meraih prestasi yang lebih baik serta mengembangkan potensi diri dengan lebih baik.Perkembanganpertama untuk mengontrol kepala dari tangan ke kaki. Menurut saya, ini sedikit kontras dengan pembangunan itu sendiri, karena prinsip ini lebih mengacu pada pertumbuhan. Perkembangan berlangsung dari dalam ke luar. Ini berarti tulang belakang pertama kali berkembang sebelum bagian luar tubuh. Di Sini, Kamu Bisa Tanya Apapun Tentang Jurusan Psikologi. Yuk, Merapat! Dari jaman dulu sampai sekarang, salah milih jurusan kuliah adalah “penyakit”-nya umum mahasiswa. Kesalahan ini biasanya terjadi karena kita nggak tahu apa minat kita, dan nggak tahu nantinya mau jadi apa. Wah, kalau kamu merasa begitu, berarti kamu harus nyobain tes Minat Bakat dari Youthmanual, gaes! Gratis, kok! Nah, trus, kalau kamu udah tahu apa minat kamu, langkah berikutnya adalah mengenal jurusan kuliah yang mau kamu ambil. Banyak banget, lho, calon mahasiswa yang salah paham terhadap suatu jurusan, sehingga akhirnya mereka salah pilih jurusan. Bahkan banyak mahasiswa yang akhirnya pindah jurusan, setelah sempat kuliah di jurusan yang mereka rasa, “Wah, ternyata jurusan ini bukan gue bangeeet!”. Kabar baiknya, nih, Youthmanual punya seri program Jurusan 101, sebuah program di mana kamu bisa bertanya sebanyak-banyaknya soal jurusan yang mau kamu kenal. Seri pertama Jurusan 101 ini adalah Psikologi, salah satu jurusan favorit di hampir setiap perguruan tinggi di Indonesia. Caranya ikutannya gimana? Klik di sini, ya! Forum tanya-jawab ini dibuka selama 24 jam penuh, dari tanggal 25 Mei 2016 pukul 8 pagi, sampai dengan 26 Mei 2016 pukul 8 pagi. Selama 24 jam tersebut, silahkan tinggalkan pertanyaan kamu. Nanti pertanyaan-pertanyaan kamu akan dijawab oleh para narasumber. Jumlah pertanyaan maksimal? Bebas! Sepuasnya, sob! Pertanyaan yang diajukan lewat dari 26 Mei 2016 pukul 8 pagi, maaf banget, nggak akan dijawab. Ini bukan live chat, ya, gaes! Jadi pertanyaan kamu nggak akan langsung dijawab detik itu juga. Mungkin beberapa jam kemudian. Tapi yang pasti, nggak akan di luar tanggal 25 sampai 26 Mei 2016 tersebut. Sekarang kenalan dulu, yuk, sama empat nara sumber yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan kamu di Jurusan 101 edisi Psikologi nanti! 1. Neysa Nadia Lestari. Cewek cantik yang baru lulus tahun lalu ini sekarang bekerja sebagai Research Consultant di Websis for Education. Dulu Nesya kuliah di jurusan Psikologi Universitas Indonesia dengan Peminatan Psikologi Pendidikan & Psikologi Perkembangan. Sejak kecil, Nesya pengen jadi Psikolog meskipun dulu belum tahu Psikolog itu kerjanya ngapain aja! 2. Bapak Raymond Godwin Anak-anak Binus pasti udah nggak asing lagi, nih, sama Pak Raymond, karena beliau adalah Ketua Jurusan Psikologi, Fakultas Humaniora, Universitas Bina Nusantara. Pak Raymond adalah lulusan S1 dan S2 Universitas Indonesia jurusan Psikologi dan Psikologi Terapan dengan peminatan Intervensi Sosial. Kini beliau juga mengajar mata kuliah Psikologi Sosial, Psikologi Intervensi Sosial, Psikologi Kebijakan Publik, Logika & Penulisan Ilmiah. 3. Kak Penny Handayani. Kak Penny sekarang menjabat sebagai Kepala Bagian Psikologi Pendidikan UNIKA Atma Jaya Jakarta. Beliau juga ngajar mata kuliah ABK, MOW, MetKual, Tes dalam Pendidikan, PPD, Psikologi Anak Berbakat, Pendidikan Berbasis Komunitas. 4. Last but not least, Shanti Nurfianti Andin, Kak Shanti ini adalah psikolog in-house-nya Youthmanual yang mengembangkan tes minat bakat yang ada di Youthmanual, lho. Tanpa beliau, beuuh... kita semua pasti kehilangan arah, deh! baper Kak Shanti adalah lulusan S1 dan S2 Universitas Indonesia jurusan Psikologi dengan peminatan Profesi dan Psikologi Pendidikan. Jangan lupa ya, gaes! Youthmanual ingatkan lagi, nih, caranya 1. Rabu, 25 Mei 2016, buka artikel ini 2. Registrasi di kolom komen 3. Tinggalkan pertanyaan kamu di kolom komen tersebut situ. 4. Jumlah pertanyaan? Bebas! 5. Ini bukan live chat, jadi pertanyaan kamu nggak akan langsung dijawab detik itu juga. Bisa jadi beberapa jam kemudian. 6. Forum tanya-jawab ini dibuka selama 24 jam penuh, dari tanggal 25 Mei 2016 pukul 8 pagi, sampai dengan 26 Mei 2016 pukul 8 pagi. 7. Pertanyaan yang diajukan lewat dari 26 Mei 2016 pukul 8 pagi tidak akan dijawab. Ini kesempatan emas buat kamu yang tertarik atau sekedar penasaran dengan jurusan kuliah Psikologi. Ingat, gaes, malu bertanya, bisa sesat di jurusan. Yuk, merapat! Psikologlintas budaya kepribadian dan psikolog sosial berupaya menjawab pertanyaan terkait dampak lingkungan atau latar belakang orang pada perilaku mereka. James draver dalam kamus psikologi. Dan pertanyaan ghaib yang oleh ahli ahli pada zaman itu dicoba. Dalam hal ini kajian psikologi pendidikan sama dengan psikologi belajar. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 1 HAKIKAT DAN KONSEP-KONSEP DASAR PSIKOLOGI PENDIDIKAN, BELAJAR DAN PEMBELAJARAN, SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Oleh NURFARHANAH NIM 1204385 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, hakikat merupakan inti sari atau dasar kenyataan yang sebenarnya. Berikut ini akan dikemukan hakikat dan konsep-konsep dasar psikologi pendidikan, belajar dan pembelajaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. A. PSIKOLOGI PENDIDIKAN 1. Pengertian Psikologi Pendidikan Secara etimologis, psikologi berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan “logos” atau ilmu. Dilihat dari arti kata tersebut seolah-olah psikologi merupakan ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jika kita mengacu pada salah satu syarat ilmu yakni adanya obyek yang dipelajari, maka tidaklah tepat jika kita mengartikan psikologi sebagai ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa, karena jiwa merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak bisa diamati secara langsung. Berkenaan dengan obyek psikologi ini, maka yang paling mungkin untuk diamati dan dikaji adalah manifestasi dari jiwa itu sendiri yakni dalam bentuk perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian, psikologi kiranya dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Psikologi terbagi ke dalam dua bagian yaitu psikologi umum general phsychology yang mengkaji perilaku pada umumnya dan psikologi khusus yang mengkaji perilaku individu dalam situasi khusus, diantaranya Psikologi Perkembangan; mengkaji perilaku individu yang berada dalam proses perkembangan mulai dari masa konsepsi sampai dengan akhir hayat. Psikologi Kepribadian; mengkaji perilaku individu khusus dilihat dari aspek – aspek kepribadiannya. Psikologi Klinis; mengkaji perilaku individu untuk keperluan penyembuhan klinis Psikologi Abnormal; mengkaji perilaku individu yang tergolong abnormal. Psikologi Industri; mengkaji perilaku individu dalam kaitannya dengan dunia industri. 2 Psikologi Pendidikan; mengkaji perilaku individu dalam situasi pendidikan Psikologi pendidikan menurut pakar adalah subdisiplin psikologi, dan bukan psikologi itu sendiri. Artur S. Reber seorang guru besar psikologi pada Brooklyn College, University of New York City, University of British Columbia Canada, dan juga pada University of Insbruck Austria, dalam pandangannya, psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu pendidikan yang berkaitan denagan teori dan masalah kependidikan. Secara sederhana dan praktis, Barlow dalam Muhibbin Syah mendefinisikan psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas sebagai seorang guru dalam proses pembelajaran secara lebih efektif. Sultan Muhammad dalam Sudarwan Danim mendefinisikan psikologi pendidikan adalah aplikasi dari temuan psikologis di bidang pendidikan. Dengan demikian psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang perkembangan individu dalam lingkungan pendidikan. Psikologi pendidikan merupakan disiplin ilmu terapan yang menggabungkan dua bidang yang berbeda, yaitu pendidikan dan psikologi. Psikologi pendidikan adalah studi ilmiah untuk memahami, memprediksi, dan mengarahkan perilaku peserta didik bagi usaha pencapaian tujuan pendidikan dan pembelajaran. John W. Santrock mengatakan bahwa psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang menghususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Menurutnya psikologi adalah bidang yang sangat luas, sehingga dibutuhkan satu narasi tersendiri untuk menjelaskannya. Menurut The American People of Encyclopedia dalam Abdul Hadis dan Nurhayati bahwa psikologi pendidikan adalah cabang dari psikologi yang berusaha untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologis dalam memecahkan persoalan pendidikan. Sedangkan Bimo Walgito dengan jelas menguraikan bahwa psikologi pendidikan adalah psikologi yang khusus menguraikan aktivitas-aktivitas atau kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi pendidikan, misalnya bagaimana cara menarik minat atau perhatian peserta didik agar pelajaran dapat dengan mudah diterima, bagaimana cara belajar, dan sebagainya. Berdasarkan beberapa defenisi di atas, penulis menyimpulkan bahwa psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia belajar dalam tatanan pendidikan yang teratur atau intervensi untuk pembelajaran yang efektif. Dengan kata lain, psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin ilmu yang berupaya menggunakan konsep atau prinsip-prinsip psikologis dalam memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan. 3 2. Psikologi Pendidikan sebagai suatu Ilmu Psikologi pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena didalamnya telah memiliki kriteria persyaratan suatu ilmu, yakni Ontologis; obyek dari psikologi pendidikan adalah perilaku-perilaku individu yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan pendidikan, seperti peserta didik, pendidik, administrator, orang tua peserta didik dan masyarakat pendidikan. Epistemologis; teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip dan dalil – dalil psikologi pendidikan dihasilkan berdasarkan upaya sistematis melalui berbagai studi longitudinal maupun studi cross sectional, baik secara pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif. Aksiologis; manfaat dari psikologi pendidikan terutama sekali berkenaan dengan pencapaian efisiensi dan efektivitas proses pendidikan. Dengan demikian, psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks situasi pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teori-teori psikologi berkaitan dengan pendidikan, yang diperoleh melalui metode ilmiah tertentu, dalam rangka pencapaian efektivitas proses pendidikan. Pendidikan memang tidak bisa dilepaskan dari psikologi. Sumbangsih psikologi terhadap pendidikan sangatlah besar. Kegiatan pendidikan, khususnya pada pendidikan formal, seperti pengembangan kurikulum, Proses Belajar Mengajar, sistem evaluasi, dan layanan Bimbingan dan Konseling merupakan beberapa kegiatan utama dalam pendidikan yang di dalamnya tidak bisa dilepaskan dari psikologi. Pendidikan sebagai suatu kegiatan yang di dalamnya melibatkan banyak orang, diantaranya peserta didik, pendidik, adminsitrator, masyarakat dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu, agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka setiap orang yang terlibat dalam pendidikan tersebut seyogyanya dapat memahami tentang perilaku individu sekaligus dapat menunjukkan perilakunya secara efektif. 3. Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan Ruang lingkup psikologi pendidikan mencakup topik-topik psikologi yang erat hubungannya dengan pendidikan. Crow & crow secara eksplisit mengemukakan psikologi pendidikan sebagai ilmu terapan. Selanjutnya Crow & Crow mengemukakan ruang lingkup psikologi pendidikan, antara lain Sampai sejauh mana faktor-faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhadap proses belajar, Sifat-sifat dari proses belajar, Hubungan antara tingkat kematangan dengan kesiapan belajar, 4 Signifikasi pendidikan terhadap perbedaan-perbedaan individual dalam kecepatan dan keterbatasan belajar, Perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama belajar, Hubungan antara prosedur-prosedur mengajar dengan hasil belajar, Teknik-teknik yang sangat efektif bagi penilaian kemajuan dalam belajar, Pengaruh atau akibat relatif dari pendidikan formal dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman belajar yang insidental dan informal terhadapa suatu individu, Nilai atau manfaat sikap ilmiah terhadap pendidikan bagi personil sekolah. Akibat atau pengaruh psikologis yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi sosiologis terhadap sikap para siswa 4. Pentingnya Psikologi Pendidikan bagi Guru Guru dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya,–terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya-aspeknya, sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Disinilah arti penting Psikologi Pendidikan bagi guru. Penguasaan guru tentang psikologi pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni kompetensi pedagogik. Muhibbin Syah 2003 mengatakan bahwa “diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik” Dengan memahami psikologi pendidikan, seorang guru melalui pertimbangan–pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat a Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat. Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran. Misalnya, dengan berusaha mengaplikasikan pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori-teori perkembangan individu. b Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai. Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya. c Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling. 5 Tugas dan peran guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing para siswanya. Dengan memahami psikologi pendidikan, tentunya diharapkan guru dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar, melalui proses hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan keakraban. d Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik. Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa, seperti bakat, kecerdasan dan minat. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar. Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya. e Menciptakan iklim belajar yang kondusif. Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Guru dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan. f Berinteraksi secara tepat dengan siswanya. Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya. g Menilai hasil pembelajaran yang adil. Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan hasil-hasil penilaian. B. BELAJAR 1. Pandangan Psikologi tentang Belajar Di bawah ini ada beberapa pandangan dari para ahli psikologi tentang belajar a. Gagne, dalam buku The conditions of learning 1977 menyatakan bahwa “Belajar terjadi apabila situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga pebuatannya performance-nya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.” 6 b. Morgan, dalam buku introduction to psychology 1978 mengemukakan “belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku terjadi sebagai suatu hasil atau latihan.” c. Witherington, dalam buku Educational Psychology mengemukakan “Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada rekasi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian. Dari definisi-definisi diatas, dapat dikemukakan bahwa adanya beberapa elemen penting yang mencirikan pengertian tentang belajar yaitu Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui pelatihan atau pengalaman; dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematngan tidak dianggap sebagai hasil belajar; seperti perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seorang bayi. Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan itu harus realtif mantap ; harus merupakan akhir daripada suatu periode waktu yang cukup panjang. Berapa lama periode waktu itu berlangsung sulit ditentukan dengan pasti, tetapi perubahan itu hendaknya merupakan akhir dari suatu periode yang berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Ini kita berarti harus mengenyampingkan perubahan-perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh motivasi, kelelahan, adaptasi, ketajaman konsentrasi atau kepekaan seseorang, yang biasanya hanya berlangsung sementara. Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis seperti perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah/berpikir, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, ataupun sikap. Good and Brophy dalam bukunya educational psychology A Realistic Aprroach mengemukakan arti belajar dengan kata-kata yang singkat, yaiu Learning is the development of new associations as a result of experience. Beranjak dari definisi yang dikemukakannya itu selanjutnya ia menjelaskan bahwa belajar itu suatu proses yang benar-benar bersifat internal a purely internal event. Belajar merupakan suatu proses yang tidak dapat dilihat dengan nyata, melainkan proses itu terjadi didalam diri seseorang yang sedang mengalami belajar. Jadi maksudnya adalah belajar bukan tingkah laku yang nampak, tetapi terutama adalah prosesnya yang terjadi secara internal di dalam diri individu dalam usahanya memperoleh hubungan-hubungan baru new associations. Hubungan-hubungan baru itu dapat berupa 7 antara perangsang-perangsang, antara reaksi-reaksi, atau antara perangsang dan reaksi. 2. Ciri-Ciri Belajar Dari beberapa pengertian belajar tersebut diatas, kata kunci dari belajar adalah perubahan perilaku. Dalam hal ini, Moh Surya 1997 mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku, yaitu a. Perubahan yang disadari dan disengaja intensional. Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan. Begitu juga dengan hasil-hasilnya, individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat, dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Misalnya, seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu juga, setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan. b. Perubahan yang berkesinambungan kontinyu. Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga, pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu, akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan berikutnya. Misalnya, seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”, maka pengetahuan, sikap dan keterampilannya tentang “Hakikat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”. c. Perubahan yang fungsional. Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. Contoh seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru. 8 d. Perubahan yang bersifat positif. Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. Misalnya, seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip–prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru. e. Perubahan yang bersifat aktif. Untuk memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan perubahan. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan, berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya. f. Perubahan yang bersifat permanen. Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoperasikan komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut. g. Perubahan yang bertujuan dan terarah. Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Misalnya, seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan, tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi Pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. h. Perubahan perilaku secara keseluruhan. Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata, tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Misalnya, mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”, disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”, dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. Begitu juga, dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”. 9 Menurut Gagne Abin Syamsuddin Makmun, 2003, perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat berbentuk Informasi verbal; yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal, baik secara tertulis maupun tulisan, misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda, definisi, dan sebagainya. Kecakapan intelektual; yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol, misalnya penggunaan simbol matematika. Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan discrimination, memahami konsep konkrit, konsep abstrak, aturan dan hukum. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah. Strategi kognitif; kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya. Dalam konteks proses pembelajaran, strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran, sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran. Sikap; yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan yang akan dilakukan. Dengan kata lain. Sikap adalah keadaan dalam diri individu yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa, didalamnya terdapat unsur pemikiran, perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak. Kecakapan motorik; ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik. C. PEMBELAJARAN 1. Pengertian pembelajaran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seseorang secara bertahap dari tidak bisa menjadi bisa untuk melakukan suatu hal. Dalam sistem pendidikan nasional sering dijumpai istilah pendidikan, pengajaran, dan pembelajaran yang kadang-kadang penggunaannya sering rancu karena kurang konsisten dalam mengartikan ketiga istilah tersebut. Ketiga pengertian istilah itu yang benar adalah sebagai berikut Menurut Theodore Brameld 1999, istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemeliharaan dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. Pendidikan 10 adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah. Sedangkan dijelaskan dalam UU Sisdiknas 20031, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dari berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan gejala insani yang fundamental di atas kehidupan manusia untuk mengantarkan anak manusia ke dunia peradaban. Pendidikan juga merupakan bimbingan ekstensial manusiawi dan bimbingan otentik agar anak belajar mengenali jatidirinya yang unik, bisa bertahan hidup, dan mampu memiliki, melanjutkan, serta mengembangkan warisan-warisan sosial generasi yang terdahulu. Sehingga dengan pendidikan ini manusia akan dapat mempertahankan sistem budaya yang telah terbangun sebelumnya. Pengajaran diartikan sebagai bantuan kepada anak didik dibatasi pada aspek intelektual dan keterampilan. Mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Rumusan pengertian diatas sejalan dengan pandangan Gagne 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Sedangkan menurut paham empiris, pengajaran merupakan kata benda dari kata mengajar yang artinya menimbulkan belajar dan itu terjemahan dari teaching atau diartikan juga instruction. Instruction adalah seperangkat peristiwa event yang mempengaruhi pembelajar sedemikian rupa sehingga pembelajar itu memperoleh kemudahan. Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Definisi ini menyatakan bahwa seorangmanusia dapat melihat perubahan terjadi tetapi tidak pembelajaran itu tersebut adalah teoretis, dan dengan demikian tidak secara langsung dapat diamati. Unsur utama dalam pembelajaran itu adalah pengalaman anak sebagai seperangkat peristiwa sehingga terjadi proses belajar. 11 Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan aspek kognitif, juga dapat memengaruhi perubahan sikap aspek afektif, serta keterampilan aspek psikomotor seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik. 2. Sistem Pembelajaran Secara tradisional, proses pembelajaran melibatkan pendidik, peserta didik, dan buku ajar textbooks. Isi pelajaran yang dipelajari berasal dari buku ajar dan pembelajaran menjadi tanggung jawab pendidik dalam menyampaikan isi pelajaran kepada peserta didik. Pembelajaran dapat ditafsirkan sebagai penyampaian isi pelajaran ke dalam otak peserta didik dengan cara tertentu dan mereka akan melacak kembali informasi yang telah diterima pada waktu menghadapi ujian. Dengan model ini, cara memperbaiki pembelajaran adalah dengan memperbaiki kemampuan pendidik dengan cara pendidik mempelajari banyak pengetahuan dan metode penyampaian isi pelajaran kepada peserta didik. Pandangan proses pembelajaran kontemporer menyatakan bahwa pembelajaran merupakan proses sistematis di mana setiap komponen pembelajaran adalah penting untuk meningkatkan keberhasilan belajar. Perspektif ini disebut sebagai pandangan sistem. Secara teknis, sistem merupakan serangkaian bagian yang berinteraksi dan semua komponen itu bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem. Tujuan sistem adalah menghasilkan belajar atau memberikan sarana penting untuk mencapai tujuan pembelajaran. Komponen-komponen itu adalah pendidik, peserta didik, materi pembelajaran, dan lingkungan belajar. Semua komponen itu saling berinteraksi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pendekatan berfungsi mendeskripsikan hakikat apa yang akan dilakukan dalam memecahkan suatu masalah. Pendekatan dapat berwujud cara pandang, filsafat atau kepercayaan yang diyakini kebenarannya. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan oleh masyarakat ilmiah dalam memecahkan berbagai masalah adalah pendekatan sistem. Sistem merupakan sekelompok bagian-bagian yang bekerja sama secara keseluruhan berdasarkan suatu tujuan bersama. Johnson, Kast dan Rozenzweig 1973 mengemukakan bahwa pendekatan sistem adalah cara berpikir untuk mengatur tugas, melalui suatu kerangka yang melukiskan faktor-faktor lingkungan internal dan 12 eksternal sehingga merupakan suatu keseluruhan secara terpadu. Atau, pendekatan sistem juga merupakan cara berpikir, sebuah metode atau teknik analisis dan suatu jenis manajerial. Semua sistem mempunyai misi untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu. Untuk itu diperlukan suatu proses yang mengubah masukan input menjadi hasil output.Pada kerangka pendekatan sistem ini terlihat bahwa apa yang ingin dicapai restriction merupakan dasar analisis suatu sistem. Restriction terumuskan dalam tujuan objectives, standar perilaku yang diharapkan performance standard juga kemungkinan hambatan dalam mencapai tujuan constraint. Berdasarkan kepada tujuan sistem, selanjutnya dapat dirumuskan masukan input, yakni apa yang ingin dicapai sesuai tujuan. Masukan tersebut diproses sehingga menghasilkan keluaran output tertentu. Hasil evaluasi terhadap output dijadikan dasar umpan balik feed back untuk melakukan perbaikan atau revisi, baik terhadap proses maupun terhadap input. Atas dasar inilah seluruh komponen sistem berhubungan dan berinteraksi. 3. Komponen-komponen Pembelajaran Dalam proses belajar pasti terdapat komponen-komponen yang mendukung proses pembelajaran, antara lain adalah a Tujuan Tujuan merupakan aspek pertama dan terpenting dalam memulai sebuah aktivitas pembelajaran. Karena tujuan merupakan sebuah landasan di mana suatu pembelajaran akan ditempuh dan dijalani. Tujuan di sini dapat pula diartikan sebagai kurikulum. Yang mana kurikulum merupakan suatu rancangan pendidikan dengan kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat. b Guru Kata Guru berasal dari bahasa Sansekerta “guru” yang juga berarti guru, tetapi arti harfiahnya adalah “berat” yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Didalam masyarakat, dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju, guru memegang peranan penting. Guru merupakan satu diantara pembentuk-pembentuk utama calon warga masyarakat. Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pembimbing, pengembang, dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat 13 memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. c Siswa Siswa atau Murid biasanya digunakan untuk seseorang yang mengikuti suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, di bawah bimbingan seorang atau beberapa guru. Dalam konteks keagamaan murid digunakan sebagai sebutan bagi seseorang yang mengikuti bimbingan seorang tokoh bijaksana. Meskipun demikian, siswa jangan selalu dianggap sebagai objek belajar yang tidak tahu apa-apa. Ia memiliki latar belakang, minat, dan kebutuhan serta kemampuan yang berbeda. Bagi siswa, sebagai dampak pengiring nurturent effect berupa terapan pengetahuan dan atau kemampuan di bidang lain sebagai suatu transfer belajar yang akan membantu perkembangan mereka mencapai keutuhan dan kemandirian. d Metode Metode pembelajaran adalah cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses belajar-mengajar agar berjalan dengan baik, metode-metode tersebut antara lain Metode Ceramah Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode Tanya Jawab Metode Tanya jawab adalah suatu metode dimana guru menggunakan atau memberi pertanyaan kepada murid dan murid menjawab, atau sebaliknya murid bertanya pada guru dan guru menjawab pertanyaan murid itu . Metode Diskusi Metode diskusi dapat diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah metode atau cara di mana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi. 14 e Materi Materi juga merupakan salah satu faktor penentu keterlibatan siswa. Adapun karakteristik dari materi yang bagus menurut Hutchinson dan Waters adalah Adanya teks yang menarik. Adanya kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan serta meliputi kemampuan berpikir siswa. Memberi kesempatan siswa untuk menggunakan pengetahuan dan ketrampilan yang sudah mereka miliki. Materi yang dikuasai baik oleh siswa maupun guru. f Alat Pembelajaran Media Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media pembelajaran adalah perangkat lunak soft ware atau perangkat keras hard ware yang berfungsi sebagai alat belajar atau alat bantu belajar. g Evaluasi Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “Evaluation”. Menurut Wand dan Brown, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa, guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar. Kepustakaan Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung PT Rosda Karya Remaja. Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum Yogyakarta Andi Offset, 2010. Gendler, Margaret E..1992. Learning & Instruction; Theory Into Practice. New York McMillan Publishing. John W. Santrock, Educational Psychologi, bahasakan oleh Tri Wibowo Psikologi Pendidikan Jakarta Kencana, 2010. 15 Moh. Surya. 1997. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung PPB – IKIP Bandung. Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru Cet. XV; Bandung PT Remaja Rosdakarya, 2010. Nana Syaodih Sukmadinata. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung Remaja Rosdakarya. Oemar Hamalik. 2009. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan pendekatan Sistem. Aksara Jakarta Rifai, Achmad dan Tri Anni, Catharina. 2007. Psikologi Pendidikan. Unnes Press Semarang Sudarwan Danim dan Khairil, Psikologi Pendidikan Dalam Perspektif Baru Cet. I; Bandung Alfabeta, 2010. Wina Sanjaya. 2008. Perencanaan dan Desain Pembelajaran. Kencana Prenada Media Group Jakarta W. Gulo. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Grasindo ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Pembelajaran dan PengajaranMohSuryaMoh. Surya. 1997. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung PPB -IKIP Pendidikan Dengan Pendekatan Baru Cet. XV; Bandung PT Remaja RosdakaryaMuhibbin SyahMuhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru Cet. XV; Bandung PT Remaja Rosdakarya, 2010.Landasan Psikologi Proses PendidikanNana Syaodih SukmadinataNana Syaodih Sukmadinata. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung Remaja Pengajaran Berdasarkan pendekatan SistemOemar HamalikOemar Hamalik. 2009. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan pendekatan Sistem. Aksara JakartaAchmad RifaiDan TriCatharina AnniRifai, Achmad dan Tri Anni, Catharina. 2007. Psikologi Pendidikan. Unnes Press SemarangPerencanaan dan Desain PembelajaranWina SanjayaWina Sanjaya. 2008. Perencanaan dan Desain Pembelajaran. Kencana Prenada Media Group Jakarta W. Gulo. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Grasindo
Permasalahantentang pendidikan dan pembelajaran tidak pernah segala pertanyaan yang sesuai. Dalam hal ini dapat dipastikan proses 1) Dosen membagikan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) Psikologi Pendidikan pada mahasiswa prodi Tadris IPA dan Tadris Biologi, 2) Mahasiswa membagi kelompok sesuai dengan materi yang tercantum pada SAP, 3
Kebiasaan anak didik ketika berada di lingkungan keluarga dan lingkungan pendidikan terkadang juga berbeda. Psikologi pendidikan muncul untuk memberikan perbaikan pada dunia pendidikan dalam menerapkan kurikulum, proses belajar mengajar, layanan konseling dan evaluasi untuk mendapatkan kualitas anak didik yang lebih Psikologi Pendidikan Menurut Para AhliPsikologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan gejala gejala jiwa manusia Abu, 2003.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia dalam suatu pembelajaran atau pelatihan KBBI.Menurut Muhibin Syah 2003, psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang membahas masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor – faktor yang berhubungan dengan dunia pendidikan Whiterington, 1982.Sementara itu, Djiwandono 2002, mengatakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan pengalaman pendidikan bermaksud untuk menerapkan psikologi ke dalam proses yang membawa pengubahan tingkah laku, dengan kata lain untuk mengajar. Sedangkan arti psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang belajar, pertumbuhan, dan kematangan individu serta penerapan prinsip – prinsip ilmiah terhadap reaksi manusia. Pendidikan tersebut bertujuan untuk mempengaruhi proses mengajar dan psikologi pendidikan menurut para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan merupakan disiplin ilmu psikologi yang mempengaruhi proses belajar mengajar dalam dunia Lingkup Psikologi PendidikanPsikologi pendidikan memiiliki ruang lingkupnya yang menjadi dasar dan batas atau yang membedakan dengan keilmuan psikologi lainnya. Menurut Sumadi Suryobroto, ruang lingkup psikologi pendidikan antara lainPengetahuanPendidik atau guru perlu memilik pengetahuan yang lebih untuk memberikan pengajaran pada anak didiknya. Proses belajar mengajar memberikan dampak secara pengetahuan kognitif pada peserta didik yang awalnya tidak tahu tentang materi yang diberikan menjadi tahu. Guru atau pengajar perlu memiliki pengetahuan tentang metode pembelajaran dan pengetahuan lainnya tentang masalah yang mungkin ada pada peserta tentang aktivitas jiwa peserta didik, intelegensi, kepribadian, karakter individu, bakat peserta didik, tumbuh kembangnya, pembinaan disiplin di dalam kelas, motivasi belajar, perilaku guru, strategi belajar mengajar, dan masalah masalah khusus dalam pengajaran dan pembelajaran yang interaktif dari guru akan memberikan motivasi dan respon positif dari anak didik saat proses belajar mengajar. Pembawaan dimiliki seorang pengajar sebagai gaya penyampaian materi, konsep pengajaran selama berada di kelas. Dan juga diperlukan untuk mengubah suasana yang menstimulus siswa selalu aktif akan meningkatkan kualitas hasil – proses tingkah lakuMenurut Soerjabrata, psikologi pendidikan ditinjau secara dinamis yakni mencakup perubahan perilaku seperti Perubahan perilaku karena pertumbuhan dan perilaku karena belajar merupakan faktor yang penting dalam pembelajaran interaktif yang diberikan oleh guru kepada peserta didik akan memunculkan perubahan perilaku seperti ketrampilan selama proses pembelajaran seperti berbicara di depan kelas, berdiskusi, ataupun kegiatan yang melibatkan respon sensorik dan motorik. Kegiatan tersebut memberikan perubahan pada peserta didik menjadi lebih aktif dan perubahan sikap afektif dari sikap yang kurang baik menjadi sikap yang positif. Sikap positif yang dibawa saat kembali ke dalam keluarga, ke masyarakat merupakan hasil proses pendidikan yang dan ruang lingkup belajarHakikat merupakan hal yang mendasari dalam proses belajar. Hakekat dan ruang lingkup belajar mengacu proses pembelajaran seperti interaksi, materi yang diberikan kepada siswaGuru mempengaruhi perkembangan siswa dari tingkah laku yang ditunjukkan ketika di kelas, ketertarikan atau keaktifan saat mengikuti pelajaran, hasil yang didapatkan ketika tes. Dan juga perkembangan siswa yang tampak dari sikap, cara berbicara, interaksi dengan guru dan temannya. Semua itu merupakan hasil dari proses pembelajaran. Perkembangan yang positif jika dilihat kemajuan siswa dalam interaksinya maupun intelegensinya meningkat ke arah yang yang mempengaruhi belajarSituasi belajar sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Situasi seperti tempat dan suasana sangat mempengaruhi keberhasilan mengajar seorang guru. Kondisi ruang kelas, ruang laboratorium, ruang perpustakaan merupakan fasilitas yang membantu mempengaruhi kualitas belajar ruangan dari kebersihan, sirkulasi udara, kapasitas ruangan yang memadai, kondisi bangku dan tempat duduk, penerangan, dan kondisi tenang dibutuhkan akan membangkitkan minta belajar peserta didik dan juga semangat mengajar guru. Sikap guru, semangat kelas, sikap keluarga dan masyarakat juga merupakan faktor yang mempengaruhi situasi belajar dan pada akhirnya mempengaruhi kualitas proses dan hasil lain yang mempengaruhi belajar berasal dari dalam atau diri siswa yaitu motivasi, bakat, intelegensi, kemampuan diri menyesuaikan dengan lingkungan pendidikanPengukuran pendidikan merupakan evaluasi yang dilakukan terhadap peserta didik setelah mendapatkan proses pembelajaran dalam waktu tertentu untuk mengukur perkembangan pendidikan yang telah praktis pengukuranAspek praktis pengukuran merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa hasil dari proses belajarPembelajaran dengan sistem dan interaksi yang baik dan positif dengan komunikasi yang menyenangkan antara guru dan anak didik menyebabkan anak didik menerima ilmu yang diberikan dan menyukai gurunya. Namun, jika interaksi dan komunikasi guru pada siswa kurang baik, maka siswa akan menjadi tidak suka dan menunjukkan sikap yang negatif. Sikap positif yang diajarkan dan diterapkan selama di sekolah akan dimiliki oleh siswa seperti yang awalnya tidak disiplin menjadi disiplin, yang sebelumnya tidak bisa berpakaian rapi menjadi berseragam dengan mentalKesehatan mental anak didik ditandai dengan keikutsertaannya dan keaktifannya dalam mengikuti setiap kegiatan pembelajaran baik secara individu maupun karakterKarakter psikologi dibentuk dari budaya yang diterapkan selama masa pembelajaran di bangku sekolah oleh pendidik. Budaya berupa aturan aturan kedisplinan ataupun asas dari kebudayaan yang ada pada suatu pendekKurikulum merupakan kerangkan pembelajaran untuk tujuan pembelajaran yang efektif dan Belajar dalam Psikologi PendidikanTerdapat beberapa terori – teori psikologi pendidikan yang menjadi konsep dasar pelaksanaan psikologi dalam dunia BehaviorismeMenurut teori behaviorisme, belajar adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut merupakan dampak dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Dapat diartikan bahwa belajar merupakan bentuk perubahan tingkah laku pada siswa dari interaksi terhadap stimulus. Seseorang dikatakan sudah belajar jika terdapat perubahan pada dalam teori ini, konsep yang diutamakan adalah input atau stimulus yang diberikan seperti guru mengajarkan pada siswa cara membaca. Kemudian output yang merupakan hasil atau respon akibat dari stimulus, seperti siswa menjadi bisa membaca walaupun masih terbata- bata. Hal tersebutlah yang dikatakan belajar. Namun apabila pada outputnya siswa masih belum bisa membaca, maka proses tersebut belum dikatakan sebagai kegiatan belajar karena tidak ada hasil dari stimulus yang conditioning TheoryOperant conditioning adalah tipe pembelajaran dimana perilaku dikontrol oleh konsekuensi yang bisa diperoleh. Kunci dari operant conditioning ini adalah dukungan positif dan negatif, hukuman positif dan negatif. Dukungan positif adalah memberikan sesuatu yang menyenangkan pada suatu perilaku. Contohnya guru yang memberikan pujian pada siswanya karena telah menjawab dengan benar. Dukungan negatif adalah membuang sesuatu yang tidak menyenangkan sebagai sikap yang bisa diterima. Contohnya Di luar sangat bising, sehingga menyalakan TV dengan keras membuat lebih nyaman dan mengurangi suara bising yang tidak hukuman positif digunakan untuk mengurangi perilaku yang tidak menyenangkan. Contohnya Ketika ada seorang anak yang nakal di kelas, dia menerima hukuman berdiri di depan kelas. Hukuman negatif digunakan untuk mengurangi perilaku yang tidak menyenangkan dengan mengambil sesuatu yang menyenangkan. Contoh Kevin merusak boneka adiknya, sehingga dia tidak diperbolehkan main di luar dengan temannya Saul, 2015.Classical conditioning TheoryClassical conditioning merupakan teori dengan melibatkan pembelajaran pada perilaku baru melalui suatu proses yang berkesinambungan. Terdapat tiga tahapan pada teori ini dengan pemberian stimulus baru pada masing masing 1 – Before Conditioning pada tahap ini stimulus dari lingkungan yang mengeluarkan respon yang belum dipelajari dan terdapat respon yang tidak pernah terfikirkan. Contoh Parfum dapat menimbulkan respon 2 – During Conditioning Stimulus dari lingkungan tidak berespon berhubungan dengan stimulus yang sudah diketahui. Contoh parfum mungkin berkaitan dengan 3 After Conditioning terbentuknya respon yang baru. Contoh Seseorang yang sebelumnya berkaitan dengan parfum yang harum menjadi sangat memikat Mcleod, 2008.Teori KognitifTeori kognitif memfokuskan perubahan proses mental dan struktur yang terjadi sebagai hasil dari upaya untuk memahami sekitar. Teori kognitif dugunakan untuk proses pembelajaran yang sederhana seperti mengingat nomor telepon dan lainnya. Kemudian, teori kognitif memiliki empat pronsip dasar 1 Siswa aktif untuk mendapatkan pemahaman tentang pengetahuan yang diberikan, 2 Pengembangan pengetahuan tergantung terhadap apa yang sudah mereka pelajari, 3 belajar membangun pengalaman 4 belajar merupakan perubahan struktur mental koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike 1878- 1949 dan dikenal dengan teori stimulus – respon. Menurutnya, dasar belajar merupakan asosiasi dari stimulus dan respon. Stimulus akan memberikan pesan pada panca indera lalu memberikan respon dengan perilaku. Asosiasi seperti hal tersebut disebut koneksi. Prinsip itulah yang disebut GestaltGestalt merupakan teori yang menjelaskan proses persepsi melalui penataan komponen sensasi yang memiliki hubungan atau pola menjadi kesatuan. Disimpulkan bahwa, seseorang cenderung melihat sesuatu di sekitarnya sebagai kesatuan yang utuh. Teori Gestalt menjelaskan bagaimana persepsi visual bisa terbentuk. Misalnya, ketika kita sedang melihat awan dan melihat suatu bentuk yang mirip suatu Psikologi terhadap PendidikanPsikologi pendidikan sudah menjadi dasar pembentukan dan pengembangan sistem kurikulum, pembelajaran,d an penilaian dalam dunia pendidikan. Kontribusinya terhadap perkembangan dunia pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut 1. Peran psikologi terhadap kurikulum pendidikanSecara psikologis, pengembangan diri siswa didasarkan pada kemampuan afektif, kognitif, dan psikomotor. Kemampuan tersebut dapat dilihat dari perkembangan sikap, motivasi, tingkah laku, dan komponen lainnya. Komponen pembelajaran merupakan proses dari input ke output. Lalu, penggunaan kurikulum sebagai kerangka alur input menuju output atau hasil yang baik memerlukan hakikat – hakikat yang saat ini sedang dikembangkan adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pada ketrampilan, pengetahuan, dan refleksi dalam berfikir dan bertindak. Kebiasaan berfikir dan bertindak dengan refleksi diri yang konsisten memungkinkan terbentuknya suatu individu individu yang unggul dan Peran psikologi terhadap sistem pembelajaranTerkait dengan teori teori psikologi yang berdampak pada seseorang dalam bertingkah laku, psikologi juga mempengaruhi sistem pembelajaran pada dunia pendidikan dengan positif. Siswa menjadi bersungguh – sungguh belajar ketika respon psikologinya dibimbing oleh pengajar dengan juga, proses pemahaman pembelajaran suatu topik menjadi lebih mudah dengan penyelesaian masalah-masalah pembelajaran yang dialami. Keinginan atau hasrat menjadi lebih tinggi dengan pendekatan psikologi dari guru dengan interaksi dan komunikasi yang itu psikologi pendidikan juga telah melahirkan prinsip prinsip pembelajaran seperti yang dipaparkan oleh Sudirwo, 2002 Seseorang yang belajar harus memiliki sebuah dilahirkan dari kebutuhan bukan paksaanHarus bersedia mengalami beberapa itu dibuktikan dengan perubahan membutuhkan insight apa yang harus dipelajari dan membutuhkan perlu dilakukan namun didahului dengan Peran psikologi terhadap sistem penilaianPsikologi juga telah memberikan peranannya dalam sistem penilaian. Misalnya, dengan tes psikologi untuk mengetahui tingkat kecerdasan siswa, tes bakat untuk mengetahui bakat yang potensial terdapat dalam diri siswa sehingga lebih mudah memberikan bimbingan dalam membantu mengembangkan potensi diri aspek kepribadian juga dapat membantu guru mengenal lebih baik pribadi siswanya sehingga bisa memberikan pendekatan yang lebih baik lagi dalam proses pembelajaran. Berbagai tes psikologi tersebut membantu memberikan penilaian terhadap masing masing siswa untuk mempermudah menjembatani keinginan, potensial, maupun impian siswa sesuai dengan kemampuan dan Mempelajari Psikologi PendidikanTerdapat beberapa manfaat mempelajari psikologi pendidikan menurut Muhammad dan Wiyani 2013, yaitu 1. Memahami perbedaan siswaMasing masing siswa memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda beda. Sebagai guru, perlu untuk memahami perbedaan perbedaan karakteristik setiap siswa, tahap tumbuh kembangnya, serta tipe perilakunya. Pemahaman tersebut dapat menghasilkan interaksi pembelajaran yang sesuai dan pembelajaran yang efektif serta hanya itu, pemahaman guru terhadap perbedaan-perbedaan tersebut memungkinkan untuk memberikan interaksi belajar yang berbeda pula pada setiap siswa agar pendekatan dan proses belajar lebih bisa diterima tanpa membeda bedakan siswa secara personal atau pilih Menciptakan iklim belajar yang kondusif di kelasKemampuan guru menciptakan iklim belajar yang kondusif meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar pendekatan dan interaksi yang menyenangkan kepada siswa sesuai dengan masing masing karakteristik siswa, akan memberikan iklim belajar yang kondusif dan proses pembelajaran yang Memilih strategi pembelajaran yang tepatMempelajari psikologi untuk mengenal karakteristik masing masing siswa dan mengenal metode pembelajaran yang disukai, akan memberikan kemampuan untuk memilih strategi pembelajaran yang tepat di dalam kelas. Strategi pembelajaran yang sudah tepat, akan memberikan situasi efektif belajar Memberikan bimbingan pada siswaPsikologi memberikan kemampuan kepada guru untuk menjadi seorang pembimbing bagi siswanya dengan pendekatan emosional dari hati ke hati untuk mendapatkan kepercayaan siswa. Ketika siswa sudah memberikan rasa percayanya kepada guru, maka proses membantu penyelesaian masalah untuk proses pembelajaran yang efektif akan dapat dilakukan dengan Berinteraksi dengan tepat dengan siswaPrinsip-prinsip psikologi mendasari cara berkomunikasi yang tepat dalam pembelajaran. Komunikasi dengan siswa dinyatakan dengan menempatkan diri sesuai tahapan tumbuh kembang siswa. Sehingga dapat memberikan suatu interaksi yang menyenangkan. Penyesuaian dengan tahapan rumbuh kembang siswa menciptakan pemahaman pengajar dari sudut siswa dan mengetahui keinginan atau proses pembelajaran yang disukai dan juga karakter masing masing Memberikan evaluasi hasil pembelajaranSebagai seorang pendidik, dengan mempelajari psikologi pendidikan akan mampu memberikan penilaian hasil pembelajaran secara adil. Selain itu juga dapat menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa tanpa membedakan satu dengan yang lainnya. Evaluasi hasil pembelajaran bisa berupa nilai ujian secara intelegensi, nilai sikap, dan nilai keaktifan mengikuti kegiatan sekolah. Ketiga hal tersebut menentukan kualitas perbaikan itngkah laku siswa menjadi lebih Memotivasi belajarBekal psikologi pendidikan untuk pengajar agar pengajar mampu memberikan dukungan, dorongan atau motivasi untuk siswanya dalam semangat belajar yang lebih tinggi. Psikologi pendidikan mengajarkan tentang memahami masing masing karakteristik siswa dan memberikan motivasi sesuai dengan karakter tersebut agar lebih efektif mempengaruhi semangat belajar siswa. Pemberian dukungan positif kepada siswa menghasilkan semangat belajar yang Menetapkan tujuan pembelajaranPsikologi pendidikan membantu pegajar untuk menentukan tujuan pembelajaran terhadap perubahan perilaku seperti apa yang diinginkan sebagai hasil pembelajaran. Tujuan pembelajaran ditetapkan pada setiap materi yang akan diberikan. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran dijadikan patokan kesesuaian hasil pembelajaran apakah nantinya dianggap berhasil atau Penggunaan media pembelajaran yang tepatPengetahuan psikologi pendidikan juga bermanfaat untuk menentukan media pembelajaran yang tepat untuk siswa, misalnya media audio, visual, motorik, dan lain sebagainya sebagai aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. media pembelajaran juga disesuaikan dengan materi belajar yang akan disampaikan. Siswa terkadang lebih tertarik dengan proses pembelajaran yang menggunakan komponen audiovisual dalam proses pemahaman materi dan lebih efisien dalam pengembangan imajinasi Penyusunan jadwal pelajaran yang sesuaiPenyusunan jadwal pelajaran juga disesuaikan dengan kondisi siswa, seperti pelajaran yang butuh pemikiran lebih rumit seperti matematika akan lebih baik jika diletakkan pada jam belajar pertama, saat pikiran siswa masih segar dan konsentrasinya masih maksimal. Jika mata pelajaran seperti matematika diletakkan pada akhir kelas, maka hal itu tidak akan efektif. Siswa sudah lelah, daya tangkapnya menurun, konsentrasi menurun, dan pembelajaran menjadi tidak pendidikan memberikan dampak dan manfaat dari berbagai aspek dalam pembelajaran. Psikologi pendidikan membantu pengajar untuk memahami siswa lebih dalam berdasarkan karakteristiknya, tahap tumbuh kembangnya, perilaku dan tingkah lakunya, secara emosional untuk memberikan proses belajar mengajar yang tepat dan sesuai sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Proses pembelajaran yang baik tersebut akan berdampak pada hasil yang memuaskan. Siswa yang mendapatkan proses pembelajaran baik, akan menerapkan pola pola kebiasaan yang baik setelah dirinya masuk ke dalam keluarga dan masyarakat dan memberikan dampak perilaku positif dalam setiap tentang psikologi pendidiikan ini semoga dapat membantu para pengajar untuk lebih memahami karakter siswanya dan menyesuaikan proses pembelajaran yang tepat sehingga mampu menghasilkan generasi generasi yang unggul baik secara intelegensi maupun sikap dan perilaku yang nantinya dibawa dalam kehidupan bermasyarakat sehingga mampu memberikan peranan positif dan bermanfaat.
PertanyaanTentang Landasan Pendidikan. Apabila antara etika, logika, estetika, dan kinestetika tidak terjadi keseimbangan maka. Landasan yang bersifat
50% found this document useful 6 votes32K views9 pagesOriginal TitleKEL 6 HASIL DISKUSI TANYA JAWAB PSIKOLOGI PENDIDIKANCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?50% found this document useful 6 votes32K views9 pagesKel 6 Hasil Diskusi Tanya Jawab Psikologi PendidikanOriginal TitleKEL 6 HASIL DISKUSI TANYA JAWAB PSIKOLOGI PENDIDIKANJump to Page You are on page 1of 9 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 8 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
- Скαхрιጃ вриγիхιщ
- Ե խнтուдራψ
- Ωтвеከθճеւ ዎነυդխгл τ
- ኧս չխφխዢ
- Ектуջ еζոպθзаλы
- ፏщիфαтил ρетаηе оቸану ςէ
- Вобрኝсв лονюзի
- Нաзθзеп սሶвըթ
- Թուпрሓ чድ всиኯог
Psikologipendidikan bermaksud untuk menerapkan psikologi ke dalam proses yang membawa pengubahan tingkah laku, dengan kata lain untuk mengajar. Sedangkan arti psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang belajar, pertumbuhan, dan kematangan individu serta penerapan prinsip - prinsip ilmiah terhadap reaksi manusia.
Psikologi menghasilkan minat yang besar, dan karena alasan itu banyak orang memutuskan untuk belajar Psikologi. Dan apakah orang-orang menanyakan banyak pertanyaan tentang pikiran, perilaku, dan hubungan antarpribadi. Pertanyaan-pertanyaan Psikologi yang harus Anda ketahui Pada baris-baris berikut Anda dapat menemukan daftar pertanyaan tentang Psikologi dengan tautan ke jawaban Anda. Dengan cara ini, Anda bisa belajar sedikit tentang disiplin yang mengasyikkan ini. 1. Apa yang dipelajari ketidakberdayaan? Manusia dapat berperilaku dengan cara yang, meskipun pada awalnya tidak tampak demikian, menghindari keharusan menghadapi kenyataan. Ketidakberdayaan yang dipelajari terjadi ketika seseorang menjadi pasif dalam situasi yang merugikan dan tidak bereaksi untuk keluar dari situasi rumit ini yang menyebabkan rasa sakit, tetapi tetap tidak bergerak. Artikel terkait "Ketidakberdayaan yang terpelajar mempelajari psikologi korban" 2. Siapa Lev Vigotsky? Vygotsky adalah salah satu karakter kunci dalam Psikologi pendidikan, dan merupakan penulis Teori Sosiokultural, yang menekankan pengaruh lingkungan sosiokultural pada pengembangan yang terkecil dan orang-orang pada umumnya. Artikel terkait "Lev Vigotsky biografi psikolog Rusia yang terkenal" 3. Apa itu Psikologi Humanistik? Ada banyak arus dalam Psikologi. Salah satu yang paling terkenal adalah Humanistic Psychology, yang menekankan pengalaman manusia dan perkembangan pribadinya. Artikel terkait "Psikologi Humanis sejarah, teori dan prinsip-prinsip dasar" 4. Apa terapi generasi ketiga? Masalah psikologis dapat ditangani dengan berbagai cara. Jika Cognitive Behavioral Therapy telah digunakan sebagai model psikoterapi yang dominan selama bertahun-tahun, bentuk-bentuk baru psikoterapi telah muncul dalam beberapa waktu terakhir yang termasuk dalam terapi generasi ketiga. Jenis terapi psikologis ini menekankan penerimaan dan bagaimana pasien berhubungan dengan masalahnya. Artikel terkait "Apa itu terapi generasi ketiga?" 5. Apa jenis gangguan kecemasan yang ada? Gangguan kecemasan adalah yang paling umum, dan di dalamnya ada berbagai jenis. Beberapa contoh, fobia, gangguan panik, atau gangguan obsesif-kompulsif. Artikel terkait "Jenis Gangguan Kecemasan dan karakteristiknya" 6. Siapa itu Jean Piaget? Piaget adalah salah satu tokoh kunci dalam Psikologi pendidikan, karena berkontribusi banyak pada pengetahuan tentang perkembangan kognitif anak-anak. Dalam teorinya, ini dijelaskan dari visi konstruktivis. Artikel terkait "Teori Belajar Jean Piaget" 7. Apa itu Kecerdasan Emosional? Kecerdasan Emosional adalah salah satu paradigma terpenting Psikologi saat ini. Untuk pengelolaan emosi yang benar oleh seseorang secara positif memengaruhi kesejahteraan mereka. Artikel terkait "Apa itu Kecerdasan Emosional? Menemukan pentingnya emosi " 8. Siapa Daniel Goleman? Kecerdasan Emosional yang kita bicarakan dalam pertanyaan sebelumnya, adalah istilah yang membuat Daniel Goleman populer. Artikel terkait "Daniel Goleman biografi penulis Emotional Intelligence" 9. Bagaimana gangguan psikologis diklasifikasikan?? Gangguan psikologis dapat bervariasi dalam tingkat keparahannya, dan diklasifikasikan dalam berbagai cara. Artikel terkait "18 jenis penyakit mental" 10. Karakteristik apa yang harus dipenuhi oleh psikolog yang baik?? Psikolog dapat berlatih di berbagai bidang sekolah, klinik, pekerjaan, olahraga, dll. Namun, untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, mereka harus memenuhi serangkaian kompetensi. Artikel terkait "10 karakteristik penting dari seorang psikolog yang baik" 11. Apa itu Psikoanalisis?? Psikoanalisis adalah salah satu arus besar Psikologi, yang telah sangat mempengaruhi perkembangan disiplin ini. Artikel terkait "9 jenis Psikoanalisis teori dan penulis utama" 12. Siapakah Abraham Maslow dan apa teorinya yang paling terkenal? Abraham Maslow adalah salah satu tokoh kunci dalam Psikologi Humanistik. Salah satu teori utamanya adalah Piramida Hierarki Kebutuhan Manusia. Artikel terkait "Abraham Maslow biografi psikolog humanis terkenal ini" 13. Apa perbedaan utama antara pria dan wanita? Ada sejumlah perbedaan antara pria dan wanita di tingkat kromosom, gairah seks, hormon, dll.. Artikel terkait "7 perbedaan utama antara pria dan wanita" 14. Apa itu Multiple Intelligence?? Teori ini lahir bertentangan dengan kecerdasan kesatuan. Artikel terkait "Teori Gardner tentang Berbagai Kecerdasan" 15. Apa itu pengkondisian klasik? Ini adalah jenis pembelajaran asosiatif yang juga disebut pembelajaran stimulus-respons. Artikel terkait "Pengkondisian klasik dan eksperimen terpentingnya" 16. Apa itu pengondisian instrumental? Seperti yang sebelumnya, itu milik behaviourisme, dan itu ada hubungannya dengan pembelajaran penguatan. Artikel terkait "Pengondisian operan konsep dan teknik utama" 17. Bagaimana kita dapat meningkatkan harga diri?? Kebiasaan dan cara berpikir kita dapat membantu kita meningkatkan harga diri kita. Artikel terkait "10 kunci untuk meningkatkan harga diri Anda dalam 30 hari" 18. Siapa itu Sigmund Freud? Salah satu psikolog paling terkenal dalam sejarah dan ahli psikoanalisis terbesar. Artikel terkait "Sigmund Freud kehidupan dan karya psikoanalis terkenal" 19. Apa itu Teori Perkembangan Psikososial Erikson? Setelah teori Freud, teori Erikson muncul. Artikel terkait "Teori Perkembangan Psikososial Erikson" 20. Siapakah Albert Bandura? Albert Bandura adalah seorang ahli teori yang berbicara, antara lain, tentang bagaimana orang mengembangkan kepercayaan diri. Artikel terkait "Albert Bandura, dianugerahi Medali Sains Nasional" 21. Apa peran Psikologi dalam keadaan darurat dan bencana? Psikologi diterapkan di banyak bidang. Salah satunya adalah keadaan darurat dan bencana. Artikel terkait "Peran Psikologi dalam keadaan darurat dan bencana" 22. Apa itu "aliran negara"? Istilah psikologi positif yang merujuk pada keadaan di mana kita menemukan diri kita ketika kita melakukan apa yang benar-benar kita sukai. Artikel terkait "Keadaan Arus atau Keadaan Aliran cara memaksimalkan kinerja Anda" 23. Apa manfaat terapi psikologis?? Psikoterapi memberikan serangkaian manfaat mengajarkan alat untuk mengelola konflik, membantu mengubah keyakinan yang membatasi, memberdayakan kehidupan, di antara banyak keunggulan lainnya. Artikel terkait "8 manfaat pergi ke terapi psikologis" 24. Siapa itu John Watson? Dia adalah karakter yang membuat Pengondisian Klasik populer di tahun 20-an. Artikel terkait "John B. Watson kehidupan dan pekerjaan psikolog perilaku" 25. Apa itu Terapi Perilaku Kognitif?? Ini adalah jenis psikoterapi yang sangat populer saat ini, yang mengandalkan teknik kognitif dan teknik modifikasi perilaku. Artikel terkait "Terapi Kognitif Perilaku apa dan berdasarkan prinsip apa itu?" 26. Apakah Mindfulness itu? Apa manfaat kesehatan mental Anda?? Mindfulness adalah praktik millenary yang digunakan saat ini di dunia Psikologi untuk membantu orang meningkatkan kesejahteraan mereka. Artikel terkait "Apa itu Mindfulness? 7 jawaban untuk pertanyaan Anda " 27. Siapa itu Skinner? Salah satu ahli teori perilaku yang paling penting, yang juga membantu mengembangkan metode ilmiah dalam dunia Psikologi. Artikel terkait "B. F. Skinner hidup dan kerja seorang behavioris radikal 28. Apa perbedaan teori Jean Piaget dan Lev Vygotsky?? Jean Piaget dan Lev Vygotsky adalah dua psikolog yang telah membantu perkembangan Psikologi Pendidikan. Artikel terkait "Piaget vs Vygotsky persamaan dan perbedaan antara teorinya" 29. Apa manfaat psikologis dari berlatih olahraga? Latihan fisik tidak hanya positif untuk tubuh kita, tetapi juga untuk pikiran kita. Artikel terkait "10 manfaat psikologis dari berlatih latihan fisik" 30. Siapa Howard Gardner? Salah satu karakter hebat Psikologi dan Pendidikan dalam beberapa tahun terakhir. Dia mengusulkan Teori Kecerdasan Berganda. Artikel terkait "Teori Gardner tentang Berbagai Kecerdasan" 31. Apa itu disonansi kognitif?? Teori ini dikemukakan oleh Leo Festinger dan menjelaskan penipuan diri yang bisa kita serahkan manusia. Artikel terkait "Disonansi kognitif teori yang menjelaskan penipuan diri sendiri" 32. Eksperimen apa yang paling mengganggu dalam sejarah Psikologi?? Sepanjang sejarah Psikologi, beberapa percobaan tidak etis telah dilakukan. Artikel terkait "10 eksperimen psikologis paling mengganggu dalam sejarah" 33. Siapa psikolog paling penting dan terkenal dalam sejarah? Ada banyak selebritas yang telah membawa pengetahuan berharga ke dalam ilmu perilaku. Artikel terkait "10 psikolog paling penting dan terkenal dalam sejarah" 34. Jenis cinta apa yang ada? Cinta adalah salah satu pengalaman paling berharga yang bisa dialami manusia. Beberapa ahli teori berpendapat bahwa ada berbagai jenis cinta. Artikel terkait "Ke-4 jenis cinta apa jenis cinta yang ada?" 35. Apakah Psikologi adalah ilmu? Masalah yang menimbulkan kontroversi adalah apakah Psikologi adalah sains. Artikel terkait "Apakah Psikologi Ilmu?"
Matakuliah ini diberikan agar Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dasar Psikologi Pendidikan, meliputi pemahaman tentang siswa dan metode belajar mengajar. Pemahaman tentang siswa meliputi tahap-tahap perkembangan masa anak dan remaja, perbedaan individual yang ditemuisiswa baik secara umum maupun siswa dengan kekhususan. Metode
mahasiswayang tertarik dengan masalah belajar dan pembelajaran. Akhir kata, semoga buku perkuliahan ini bermanfaat untuk seluruh mahasiswa yang berminat terhadap psikologi belajar khususnya dan psikologi pendidikan pada umumnya. Surabaya, Desember 2014 . Penulis . Rizma Fithri, S. Psi, M. Si . ii
Tanya jawab dilakukan sepanjang tatap muka, dengan memberikan kesempatan mahasiswa untuk memberi pendapat atau pertanyaan tentang hal-hal yang tidak mereka mengerti atau bertentangan dengan apa yang mereka pahami sebelumnya. • Diskusi dilakukan dengan memberikan learning task berkaitan dengan pokok bahasan